Bos Telkomsel Mengungkapkan Mengapa Berinvestasi Di GoTo Melawan Republik Demokratik Kongo

Hendri Mulya Syam, Presiden Direktur Telkomsel, mengatakan investasi perusahaannya di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) hanyalah keputusan profesional dan mengacu pada aturan bisnis yang berlaku.

Hal itu disampaikannya dalam rapat dengan Presiden Direktur Telkom Ririek Adriansyah pada rapat Badan Kerja Investasi (Banga) DPR RI VI yang digelar Selasa, 14-14/22 di Gedung DPR RI Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Hendry merinci setiap proses pengambilan keputusan dan dasar bisnis dari keputusan Telkomsel untuk berinvestasi di GoTo, DPR dan DPR RI.

Hendry mengatakan dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET: “Alhamdulillah. Kami komunikasikan secara detail dan langsung. Anggota DPR juga menyampaikan pesan dan aspirasinya kepada Telkom Group dalam bentuk kepedulian.”

Hendry menegaskan, investasi Telkomsel di GoTo murni merupakan keputusan profesional berdasarkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) dan acuan aturan bisnis yang berlaku. Proses evaluasi dan persetujuan investasi senilai $450 juta di Gojek bersifat komprehensif, dengan partisipasi penasihat keuangan dan hukum independen.

Menurut Hendry, tidak ada campur tangan dari komisaris Telkom saat investasi tersebut disetujui pada 16 November 2020. Keputusan investasi sepenuhnya tergantung pada persetujuan akhir Telkom dan Singtel dalam rapat direksi Telkomsel.

Selain itu, proses investasi Gojek Telkomsel diatur dalam KUH Perdata, Undang-Undang No. 2007 tentang Perseroan Terbatas. 40, Peraturan Pemerintah No. tentang Penggabungan, Peleburan dan Pengambilalihan Perseroan Terbatas. 27 1998. , dan Anggaran Dasar Telkomsel No. ke-69 pada tahun 2008.

Investasi GoTo Telkomsel lebih fokus pada penciptaan nilai sinergis positif untuk menciptakan dan memperkuat ekosistem digital nasional.

Harris Torino, anggota komite VI DPR RI, menanggapi langkah Telkomsel berinvestasi di GoTo, dan mengaku memahami investasi tersebut untuk mengembangkan portofolio bisnis Telkom Group di tengah tantangan industri telekomunikasi.

“Dengan Telkomsel, kami mengerti mengapa Telkom berinvestasi di GoTo. Investasi ini untuk mengembangkan portofolio bisnis yang saat ini menghadapi pertumbuhan stagnan di industri inti telekomunikasi.”

Ia juga menilai investasi tersebut bukan untuk capital gain jangka pendek, tetapi untuk menciptakan sinergi antara Telkom Cell dan Goto di masa depan.

Dari investasi Goto selama ini, Telkom Cell telah menikmati nilai sinergis sebesar Rp 473,8 miliar pada 2021 dan Rp 153,7 miliar pada kuartal I 2022. Sinergi meningkat 25,7% pada jumlah pengguna Gojek yang menggunakan Telkomsel. Pengguna paket swadaya Telkomsel menyumbang sekitar 92% dari seluruh driver Gojek yang menggunakan Telkomsel, driver Gojek seperti pengecer (reseller) tumbuh 74,3% year-over-year, dan transaksi pembelian paket di GoPulsa tumbuh 131,8% per tahun, dengan GoPay Data tingkat pertumbuhan paket untuk aplikasi MyTelkomsel menggunakan

Leave a Reply

Your email address will not be published.